Bait Sang Pengagum


Aku tak pandai menarikan penaku ini diatas selembar kertas putih yang telah lama ku perhatikan, Aku juga tak pandai menuliskan berderet-deret kata cinta nan romantis dan Aku juga tak pandai untuk merangkai kalimat manis itu untukmu, Aku juga tak pandai untuk melukiskan apa yang Aku rasakan selama ini diatas kertas itu, Akupun tak pandai mencari makna tentang apa yang ku rasa, Aku biarkan semua kan mengealir seperti seharusnya. Rinduku menyeruak saat senja menanti malam, geloranya tak padam meski diam-diam kupendam. Aku bukan sajak romantis yang pandai membaitkan baris dengan manis, Aku adalah rindu yang dinamis ditengah terpaan hujan gerimis. Tapi Tuhan belum memberi  keputusan, jadi jangan terburu-buru kepada cinta yang terlanjur ada, ikuti saja kemana cinta membawamu pergi. Tentulah hati tahu kemana ia harus berhenti. Aku berharap kamu ukan hanya sekadar cinta cinta dimasa sekolahku, bukan hanya cinta semu, ukan juga cuma cinta yang sebatas nafsu semata, lebih dari itu Aku berharap kamu adalah yang akan menjadi cinta dimasa depanku, aku sama sekali tak ingin menghantikan waktu barang satu detikpun, aku hanya ingin semua takdir yang sudah ada akan terjadi sebagaimana mestinya.

Komentar